Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan tanaman merambat yang telah lama dikenal di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sebagai tanaman hias, pewarna alami, serta ramuan obat tradisional.
Warna biru cerah pada kelopak bunganya menjadikan bunga ini mudah dikenali dan menarik perhatian, baik untuk keperluan kuliner maupun pengobatan.
Artikel ini membahas secara komprehensif tentang bunga ini, termasuk kandungan kimia yang dimilikinya dan manfaat kesehatan yang telah didukung oleh berbagai penelitian ilmiah.

Taksonomi dan Morfologi Bunga Telang
Bunga ini berasal dari keluarga Fabaceae (Leguminosae), genus Clitoria. Nama ilmiahnya, Clitoria ternatea, diambil dari bentuk bunganya yang menyerupai organ kewanitaan.
Tanaman ini memiliki ciri khas berupa bunga berwarna biru keunguan, meskipun ada juga varietas dengan warna putih.
Tanaman ini dapat tumbuh merambat hingga beberapa meter, dengan daun majemuk dan akar tunggang yang kuat.
Kandungan Kimia Bunga Telang
Berbagai penelitian telah mengidentifikasi sejumlah senyawa aktif yang terdapat dalam bunga telang. Beberapa kandungan kimia utama meliputi:
- Anthocyanin (Delphinidin-3,5-glucoside): Bertanggung jawab atas warna biru khas bunga telang. Anthocyanin merupakan antioksidan kuat yang berfungsi menangkal radikal bebas.
- Flavonoid: Termasuk kaempferol, quercetin, dan myricetin yang memiliki efek antiinflamasi dan antikanker.
- Triterpenoid saponin: Senyawa ini memiliki sifat antimikroba dan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
- Alkaloid dan tanin: Bersifat antimikroba dan dapat membantu pencernaan.
- Peptida cyclotide: Bersifat stabil dan memiliki aktivitas antimikroba serta sitotoksik terhadap sel kanker.
Manfaat Kesehatan Bunga Telang
Antioksidan dan Anti-inflamasi
Anthocyanin dalam bunga telang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi.
Antioksidan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Penelitian oleh Ganjewala et al. (2011) menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang dapat mengurangi peradangan dan stres oksidatif dalam model hewan.
Menjaga Kesehatan Otak dan Saraf
Ekstrak bunga telang diketahui memiliki efek nootropik, yaitu mampu meningkatkan fungsi otak.
Studi yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology (2013) menyebutkan bahwa senyawa dalam bunga telang dapat meningkatkan konsentrasi asetilkolin, neurotransmitter penting dalam fungsi kognitif dan memori.
Antidepresan dan Ansiolitik
Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang memiliki efek antidepresan dan ansiolitik (penenang) pada hewan percobaan.
Hal ini dikaitkan dengan kemampuannya meningkatkan kadar serotonin dan dopamin di otak.
Menjaga Kesehatan Mata
Anthocyanin juga diketahui bermanfaat untuk kesehatan mata.
Senyawa ini membantu meningkatkan aliran darah ke kapiler mata dan mengurangi kelelahan mata, serta meningkatkan penglihatan malam.
Menstabilkan Gula Darah
Bunga telang menunjukkan potensi sebagai agen hipoglikemik.
Sebuah studi dalam Journal of Applied Pharmaceutical Science (2012) melaporkan bahwa ekstrak bunga telang dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus yang diinduksi diabetes.
Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan flavonoid dan antosianin dalam bunga ini membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol.
Efek ini mengurangi risiko penyakit jantung koroner dan aterosklerosis.
Antikanker
Cyclotide dan flavonoid yang terkandung menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap beberapa jenis sel kanker, termasuk kanker payudara dan kanker paru.
Penelitian oleh Chusri et al. (2012) mengungkapkan bahwa senyawa dari bunga ini mampu menghambat pertumbuhan sel kanker secara in vitro.
Antimikroba
Ekstraknya memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur.
Senyawa seperti saponin dan flavonoid berperan dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen.
Meningkatkan Sistem Imun
Saponin dan flavonoid membantu merangsang produksi antibodi dan meningkatkan respons imun tubuh. Ini bermanfaat dalam mencegah infeksi dan mempercepat pemulihan penyakit.
Penggunaan dalam Kosmetik dan Kecantikan
Kandungan antioksidan yang tinggi membuat populer dalam produk perawatan kulit.
Ia dapat membantu mengurangi penuaan dini, meningkatkan elastisitas kulit, dan memberikan efek pencerahan.
Penggunaan Tradisional Bunga Telang
Secara tradisional, bunga telang digunakan dalam berbagai ramuan herbal dan minuman kesehatan.
Di Thailand dan Malaysia, (blue pea tea) populer sebagai minuman penyegar yang dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan.
Di India, tanaman ini digunakan dalam pengobatan Ayurveda untuk mengobati gangguan mental, epilepsi, dan sebagai tonik otak.
Cara Konsumsi Bunga Telang
- Seduhan kelopak kering yang bisa dicampur madu atau lemon.
- Ekstrak atau kapsul herbal: Telah tersedia di pasaran sebagai suplemen.
- Pewarna alami: Digunakan dalam makanan dan minuman tradisional seperti nasi kerabu.
- Campuran kosmetik alami: Dalam bentuk masker atau krim wajah.
Minuman Madu dan Bunga Telang
- Rebus air hingga mendidih. Angkat. Masukkan bunga telang. Diamkan selama 1-2 menit.
- Masukkan Daun Teh Asli. Diamkan selama 2-3 menit. Saring airnya.
- Aduk rata bersama madu dan air jeruk lemon. Diamkan hingga tidak panas.
- Siapkan gelas saji yang sudah diisi dengan es batu. Tuang teh bunga telang
- Bisa juga diminum hangat hangat. Sajikan.
- Selamat Mencoba

Efek Samping dan Perhatian
Meskipun umumnya dianggap aman, konsumsi berlebihan bunga telang dapat menyebabkan efek samping seperti mual dan gangguan pencernaan.
Penggunaan pada ibu hamil dan menyusui sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis karena belum cukup data klinis mengenai keamanannya.
Kesimpulan
Bunga telang bukan hanya menarik dari segi estetika, tetapi juga kaya akan kandungan bioaktif yang memberikan berbagai manfaat kesehatan.
Dari antioksidan, nootropik, hingga antikanker, bunga telang menunjukkan potensi besar sebagai tanaman obat yang alami dan efektif.
Namun, perlu dilakukan lebih banyak studi klinis pada manusia untuk memverifikasi manfaat ini secara menyeluruh dan menjadikannya bagian dari terapi kesehatan yang lebih luas.
Dengan meningkatnya minat terhadap pengobatan alami dan herbal, bunga telang dapat menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan untuk mendukung kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
>>>> KLIK DISINI UNTUK BELI MADUNYA YA <<<<
ISTANA MADU JOGJA
Telp/WA: 0821-4367-2656
IG : @madujogja9
Web: istanamadujogja.com
Beberapa jurnal ilmiah yang mendukung manfaat bunga telang:
Ganjewala, D. et al. (2011). Phytochemical Composition and Antioxidant Activity of Clitoria ternatea L. (Fabaceae) Leaves and Flowers. International Journal of Pharmacognosy.
Mukherjee, P. K. et al. (2013). Clitoria ternatea Linn. (Fabaceae): A Review of Phytochemistry and Pharmacology. Journal of Ethnopharmacology.
Chusri, S. et al. (2012). Antimicrobial and Cytotoxic Activities of Clitoria ternatea Extracts Against Cancer Cell Lines. BMC Complementary and Alternative Medicine.
Misra, L. et al. (2012). Effect of Clitoria ternatea Flower Extract on Blood Glucose in Alloxan-Induced Diabetic Rats. Journal of Applied Pharmaceutical Science.